Kamis, 21 Agustus 2008
Happy b'day 4 my self..!!
Thanks a lot 4 all my friend yang udah support aku. Allah Swt Bless U
Sabtu, 02 Agustus 2008
Album : Ya Rahman
Munsyid : Opick
--------------------------------------------------------------------
Wahai Tuhan jauh sudah
Lelah kaki melangkah
Aku hilang tanpa arah
Rindu hati sinarmu
Wahai Tuhan aku lemah
Hina berlumur noda
Hapuskanlah terangilah
Jiwa di hitam jalanku
Ampunkanlah aku
Terimalah taubatku
Sesungguhnya engkau
Sang Maha Pengampun Dosa
Ya Rabbi ijinkanlah
Aku kembali padaMu
Meski mungkin takkan sempurna
Aku sebagai hambaMu
Ampunkanlah aku
Terimalah taubatku
Sesungguhnya engkau
Sang Maha Pengampun Dosa
Berikanlah aku kesempatan waktu
Aku ingin kembali
Kembali kepadaMu
Dan mungkin tak layak
Sujud padaMu
Dan sungguh tak layak aku
My Favourite Nasyid
Album : Ini Langkahku
Munsyid : Shoutul Harakah
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tatap tegaklah masa depan
Tersenyumlah tuk kehidupan
Dengan cinta dan sejuta asa
Bersama membangun Indonesia
Pegang teguhlah kebenaran
Buang jauh nafsu angkara
Berkorban dengan jiwa dan raga
Untuk tegaknya keadilan
Bangkitlah negeriku harapan itu masih ada
Berjuanglah bangsaku jalan itu masih terbentang
Bangkitlah negeriku harapan itu masih ada
Berjuanglah bangsaku jalan itu masih terbentang
Selama matahari bersinar
Selama kita terus berjuang
Selama kita satu berpadu
Jayalah negeriku jayalah!
Kamis, 31 Juli 2008
Schedule Agustus
Berusaha menepati janji dengan date line yang sudah mepet.. pet akhirnya web komunitas alumni sekolah analis kimia dan tehnologi industri padang http://hasta-jaya.com selesai juga di kerjakan.
And tinggal siap- siap nyusun dan edit makalah untuk mengisi training UKM-nya bekasi. Barusan di telp penyelenggara dan nanya kesiapannya untuk training pertama di tanggal 3 besok... and minggu- minggu selanjutnya di bulan agustus.
Perasaan PR banyak banget yaahh.. di kejar- kejar Mr.Heeeaahh and di kasih surat cinta xixixi.. padahal surat peringatan and negur- negur dikitlah.
Gini nih.. akibat dari rencana yang gagal untuk ke qatar yang ada dapat surat cinta dari Mr. Heeeaaahh.
Yuuukk ah...semangat.. semangat.. biar badan panas dingin janji harus tetap ditepati.
Itu resiko dari komitmen yang sudah di sepakati ya engga?
Senin, 21 Juli 2008
Bandwith Limit Exceeded

Udah dua hari ini, my web www.dewiku.com engga bisa di akses, bandwith limit exceeded itu yang tertera di halamannya saat berkunjung ke www.dewiku.com
Duhhh!!! kata customer service penerbit hosting udah kehabisan bandwith, hanya dua cara yang dapat di lakukan upgrade atau tunggu awal bulan karena setiap awal bulan mereka selalu melakukan refresh server.
Eeehhmm.. nunggu atau gimana yaaa??
Minggu, 13 Juli 2008
Back to School

Yuuuukkk Sekolah laaggiii...
Pernah memperhatikan toko sepatu, toko peralatan sekolah, department store dan toko buku yang ada di mall- mall.. penuh.. nuh.. udah kayak mau lebaran.
Orang tua sibuk menyiapkan anak- anaknya sekolah, sebelumnya orang tua pun jantungan anaknya naik kelas tidak, lulus tidak.. hehehe.. Setelah itu, pusing lagi mau masuk sekolah mana.
Ini cerita menyedihkan atau apa saya juga tidak mengerti, melihat tante yang stress karena putrinya kurang 2 centimeter untuk memenuhi syarat masuk STM Negeri Favorite di bandung sedangkan persyaratan nilai lainnya memenuhi syarat, adik sepupu saya ini nilai rata- ratanya 9 lho.. ;-) tapi hanya 2 centimeter saja bisa buat ketar- ketir.
Lain cerita teman saya pun stress plus deg-degan, Apakah anaknya bisa beradaptasi apakah...???? besok adalah hari pertama anaknya sekolah di Global School, sekolah yang berbasis Internasional.
Lihat, betapa besar kasih orang tua :-)
Dan Betapa Sulitnya Sekolah.. atau birokrasi sekolah yang sulit?
Ayoooo... Seeekooolllaaaaaaaaaahhh, dan untuk pengguna jalan Selamat Bermacet- macet ria karena mobil jemputan anak juga anak- anak sudah kembali ke sekolah.
Rabu, 25 Juni 2008
Blog FPI online: Black Campaign yang Menguntungkan?
Front Pembela Islam (FPI) tampaknya mulai menyadari peran weblog sebagai media yang efektif untuk memuluskan perjuangannya menegakkan syariat Islam di Indonesia. Barangkali, oleh karena itulah mereka membuat blog http://fpi-online.blogspot.com. Blog ini berisi berita seputar kegiatan FPI yang sebelumnya pernah dimuat di media lokal maupun mancanegara.
Tapi sebentar dulu, benarkah blog http://fpi-online.blogspot.com dibuat oleh anggota FPI atau simpatisannya. Bisa jadi malah sebaliknya, blog itu dibuat oleh oknum yang tidak senang terhadap FPI. Siapa tahu blog itu justru diniatkan untuk menyebarkan black campaign, untuk menjatuhkan nama FPI. Who knows?
Untuk mengetahui apakah blog FPI Online dibuat untuk mendukung aktivitas FPI atau malah sebaliknya, dibuat untuk menyebarkan black campaign, misalnya, simak penuturan beberapa sumber berikut ini.
“Saya tidak tahu pasti blog itu benar-benar milik FPI. Kesan yang saya dapatkan setelah berkunjung ke sana adalah, blog ini justru dibikin untuk memperolok FPI. Dari kalimat deskripsinya, sidebarnya, foto-fotonya, terlebih lagi footernya (arabia - apa pula itu?!) semuanya terkesan menjelek-jelekkan FPI. Mirip Roy Suryo Watch,” tulis Ikram Putra di milis jurnalisme-sastrawi.
Roy Suryo Watch yang dimaksudkan adalah sebuah situs yang dibuat untuk menyanggah komentar-komentar Roy Suryo, sang pakar telematika, di beberapa media massa.
Situs tersebut saat ini sudah tak bisa diakses lagi. Namun, perjalanan polemik yang berlangsung dua tahun lalu itu bisa disimak diblog Priyadi.
“Dan itu pun tidak perlu diherankan. Tidakkah kita sudah sering dengar black campaign?,” tambah Ikram.
Menurut Ikram, Black campaign adalah kampanye menjelek-jelekkan, memperolok, yang dilakukan orang tanpa identitas jelas. Bisa anonim, atau bisa pula pseudonym. Ia berbeda dengan negative campaign, yakni kegiatan kampanye dengan menunjukkan kekurangan lawan. Dilakukan dengan terbuka atau ada pihak pembuat yang jelas. Dan menurutnya hal ini wajar-wajar saja.
Menurut Ook Nugroho, seperti yang ditulis dalam blognya (http://ruang-samping.blogspot.com), blog FPI online tampaknya sengaja didesain untuk bisa interaktif. Pengelola menyediakan shoutbox yang isinya justru lebih banyak memuat kecaman. Situs itu juga dilengkapi tool sitemeter, terdaftar di technorati, dan juga dilengkapi pernak-pernik yang sekarang sedang popular, yakni mybloglog.
“Ah, kalau saja jalan ngeblog ini bisa lebih menjadi prioritas mereka ketimbang model rame-rame yang nakutin orang dengan topeng ala ninja dan pedang samurai bikinan Tanah Abang, kita—maksudnya saya—pasti bisa lebih respek pada “perjuangan” mereka, betapa pun jauh dan berbedanya garis perjuangan kami,” tulis Ook di blognya.
Karakteristik blog FPI online yang didesain interaktif, seperti dikemukakan oleh Ook mengundang beberapa pertanyaan. Benarkah jika blog itu dikelola oleh anggota maupun simpatisan FPI, pengelola blog akan membiarkan setiap orang bisa mengirim komentar di setiap tulisan tanpa ada moderasi. Apakah pengelola tidak khawatir akan adanya komentar spam, atau bahkan hujatan dari oknum yang tidak senang terhadap FPI. Apakah benar, jika blog itu dikelola oleh anggota ataupun simpatisan FPI, pengelola blog akan merelakan blognya diisi komentar yang bernada mengejek, bahkan cacian terpampang di kotak pesan dan tidak menghapusnya?
Satu hal lagi yang barangkali sulit untuk dipercaya, di blog FPI ini dipasang Google Adsense, sebuah layanan iklan berbayar yang berkantor pusat di Amerika Serikat. Bukankah FPI yang dikenal oleh masyarakat luas anti terhadap segala produk yang berbau Barat, produk AS dan sekutunya. Apakah FPI hendak menggunakan dana kompensasi yang didapat dari Google Adsense untuk kegiatan jihad mereka?
Selain yang sudah disampaikan, masih ada kejanggalan-kejanggalan lain dari blog FPI itu. Pada halaman sidebar dicantumkan beberapa link yang “haram” dibuka. Bukankah ini hal yang aneh. Logikanya, jika pengelola blog FPI melarang link itu untuk dibuka, mengapa dicantumkan?
Ada juga himbauan untuk tidak mengisi petisi anti FPI, namun linknya dipasang di sidebar. “Berani mengisi, masuk neraka,” bunyi ancamannya. Kedengarannya, kalimat ini lebih mirip “ejekan” ketimbang “larangan”, bukan?
Untuk melacak status kepemilikan blog FPI itu, saya mengajukan beberapa pertanyaan kepada pengelola blog via email yang saya dapatkan dari halaman profil. Mulanya saya mengusulkan untuk mewawancarainya via Yahoo Messenger (YM). Namun pengelola mengaku tidak memiliki YM. “Lewat email saja ya? Ana tidak punya ym..” jawabnya singkat.
“Ana bukan anggota FPI, hanya simpatisan sahaja. Blog ini ana dedikasikan untuk FPI yang berjuang untuk menegakkan Syariat Islam di Indonesia seperti halnya ana dan sohib-sohib ana yang tersebar dimana-mana. Jadi semacam ‘un-official weblog’ FPI.Ana sendiri dengar selentingan kabar kalau FPI akan membuat situs sendiri, dalam bentuk website,” jawabnya menanggapi pertanyaan yang saya kirim ke emailnya, indonebia@yahoo.com.
Soal dugaan adanya black campaign dari blog FPI itu, pengelola tak menolak, pun tak mengiyakannya. Menurutnya ia sekadar mengumpulkan informasi tentang kegiatan FPI. Tujuannya, agar orang yang ingin mencari info tentang FPI di internet lebih mudah.
“Biarkan siapa sahaja bisa berkomentar, karena media sendiri sering menjelek-jelekkan FPI. Pernak-pernik di weblog kami hanya sekadar penghias belaka, tak kurang tak lebih. Sekali lagi, ini sifatnya temporer sahaja,” jawabnya.
PENGELOLA blog FPI mengaku pemilik blog http://indonebia.blogspot.com. Dari perbincangan di beberapa milis, Indonebia dikenal sebagai seorang tokoh parodi FPI di dunia maya yang malang-melintang di berbagai milis. Penulusuran dilanjutkan dengan melacak beberapa link “terlarang” yang justru dicantumkan diblog. Salah satu link itu adalah http://zamanku.blogspot.com. Namun link-link “haram” itu kini sudah dicopot dari blog oleh pengelola.
Saya membuka fasilitas mybloglog yang ada diblog http://zamanku.blogspot.com (http://www.mybloglog.com/buzz/community/mediacare). Dari sini diketahui bahwa pengelola blog Zamanku juga mengelola blog http://mediacare.blogspot.com dan jaringannya yang jumlahnya mencapai 39 buah blog. Sebuah jumlah yang sangat fantantis. Uniknya di anggota komunitas blog Mediacare yang ada di mybloglog itu dicantumkan dicantumkan blog indonebia dan FPI online. Jadi, sebenarnya mereka musuh atau kawan Mediacare?
Saya mulai curiga, jangan-jangan blog FPI Online, yang mengaku pemilik blog Indonebia itu, juga pengelola blog mediacare?
Untuk membuktikannya, saya menyocokkan identitas (id) Google Adsense blog FPI online, Zamanku, dan Mediacare. Hasilnya tidak jauh meleset dari dugaan. Tiga blog itu ternyata memiliki id adsense yang sama. Id ketiga blog itu adalah “5604202362132912″.
Mendapati informasi ini, saya mengonfirmasikannya ke pengelola blog FPI Online. Dalam email saya sampaikan bahwa saya menemukan id yang sama pada blog FPI online dan Zamanku, blog yang dilarang dibuka oleh pengelola FPI. Kepadanya saya juga menyampaikan, dari blog Zamanku diketahui pengelola blog ini juga mengelola blog Mediacare.
Lalu, apa motivasi pengelola, adakah skenario untuk menjatuhkan FPI atau mengadu domba Islam. Jika tidak, apakah yang dilakukannya ini sebenarnya untuk bisnis internet, seperti yang dilakukan oleh para blogger yang copy-paste artikel, membuat blog dalam jumlah yang banyak, untuk menjerat pundi-pundi Google Adsense?
Pada email yang ketiga ini, pengelola Blog FPI kembali menyampaikan bahwa apa yang dilakukannya sekadar mengumpulkan berita-berita tentang aktivitas FPI agar lebih mudah diakses oleh siapa saja yang membutuhkan.
“Kalo ‘black campaign’ ya tidaklah. Ana kan tidak ngarang-ngarang cerita dengan memutar-balikkan fakta tentang FPI. Ana sekadar mencuplik dari berita-berita di media massa, baik terbitan Indonesia maupun asing. Ana tidak mengurangi juga tidak nambah-nambahi. Mungkin lebih tepat disebut ‘un-official blog’ FPI. Kan di description juga ana cantumkan bahwa ana pendukung tegaknya syariat Islam di Indonesia, tapi ana tidak menyebut sebagai anggota FPI,” jawabnya.
Menurutnya, selama ini belum ada media massa di Indonesia yang berani memberitakan kegiatan FPI secara positif.
“Media bernuansa Islam macam Republika, Hidayatullah, Eramuslim dan lainnya saja jaga jarak kok, malah mereka lebih baik tidak memuatnya. Sedangkan nama FPI kan kebanyakan muncul kalo ada kericuhan dan lain-lainnya,” tambahnya.
Pengelola blog FPI sepertinya keberatan disebut telah melakukan black campaign. Pertanyannya, kalau pemilik blog FPI tersebut memang benar-benar pendukung tegaknya syariat islam, simpati dengan perjuangan FPI, kenapa dia juga menyediakan link-link ke situs yang bertentangan dengan misinya itu dan anehnya link ke blog terlarang itu justru juga dibuat oleh pengelola yang sama. Dia membuat blog FPI, tapi juga membuat blog tandingannya?
Lalu apa yang lebih tepat untuk menyebut aktivitas yang dilakukan blogger yang mengelola FPI Online, Zamanku, dan Mediacare itu jika yang bersangkutan keberatan disebut telah melakukan black campaign. Apakah diantara anda ada yang punya istilah lebih tepat?
*****
SIAPAKAH sebenarnya pengelola blog FPI online yang memiliki id adsense yang sama dengan blog Zamanku, dan blog-blog jaringan Mediacare itu?
“Soal yang lain-lain, maaf ana tak perlu jawab. Biarkan ana tetap ber-id Indonebia,” jawabnya mengakhiri email yang ketiga kalinya saya kirim itu.
ti sudah disampaikan, Indonebia diduga tokoh parodi FPI yang malangmelintang di berbagai milis. Sekarang, siapa pengelola blog Mediacare?
Dalam posting blog Mediacare berjudul “Duka Cita Chrisye, Badai pasti Berlalu” disampaikan bahwa pengelola atas nama “Radityo Djajoeri” turut berduka cita atas meninggalnya Chrisye. Nama Radityo Djajoeri ini juga masih bisa dilacak di mesin pencari blogger dan technorati dengan tag Mediacare. Saya sudah menanyakan ini dalam email wawancara, benarkah Radityo Djajoeri tokoh Indonebia. Tapi Indonebia tak menjawabnya. Dia minta “biarlah saya ber-id indonebia”.
Dari blog Media-Jakarta (http://media-jakarta.blogspot.com) yang merupakan blog jaringan Mediacare, dicantumkan kontak telpon Radityo Djajoeri: 0817-98022XX atau (021) 790-28XX. Saya menelpon kedua nomor itu. Pertama saya menelpon nomor ponsel, tapi tak ada yang mengangkat. Kemudian saya telpon nomor yang kedua, dijawab oleh suara seorang laki-laki.
Halo, ini mas Radityo?”
“Saya bukan Radityo….”
“Saya dapat nomor ini di blog Media Jakarta, jaringan blog Mediacare. Nomor ini dicantumkan di sana atas nama Radityo Djajoeri. Saya ada perlu sama dia….”
“Wah nggak tahu ya. Tut…tut.……..”
Meski tidak ada pengakuan dari Indonebia bahwa dirinya adalah Radityo Djajoeri, dari hasil penelusuran yang sudah dipaparkan itu, tanpa pengakuan Indonebia pun sebenarnya sudah cukup jelas: Radityo Djajoeri adalah pengelola blog FPI Online yang mengaku Indonebia itu. Jika tidak, kenapa dia tak mengklarifikasi dugaan saya bahwa Indonebia itu adalah Radityo, seperti yang saya kirim dalam wawancara yang ketiga?
****
Dari cerita di beberapa milis, Radityo Djajoeri pernah dikeluarkan dari milis Jurnalisme. Farid Gaban, moderator milis Jurnalisme menyampaikan di milis bahwa Indonebia itu tak lain tokoh yang diperankan oleh Radityo Djajoeri. Selain Indonebia, Radityo juga punya Id lain, yakni Reporter Jalanan (Reja) yang kemudian juga menyusul dikeluarkan di milis yang sama. Siapakah Radityo Djajoeri itu? Adakah nama ini benar adanya, atau ternyata sama saja seperti Indonebia, nama “samaran” petualang dunia maya?
“Aku tak kenal Radityo. Tapi namanya memang malang melintang di dunia milis,” tulis Tomi Satryatomo mengomentari tulisan di multiply saya. Tomi adalah Executive Editor-Current Affairs & Features di ASTRO TV. Sebelumnya dia adalah News Producer di Trans TV.
Dalam posting di blog InsideKompas.blogspot.com, pengelola blog mengaku kedatangan tamu istimewa dan dikagumi. Tamu istimewa itu adalah Radityo Djajoeri, pengelola blog Mediacare, blog yang mengupas isu media dalam dan luar negeri. Ini sebuah gambaran lain akan sosok Radityo Djajoeri alias Indonebia. Di mata pengelola blog “Pecinta Kompas”, Radityo dianggap sebagai tamu terhormat, blogger istimewa, apakah benar demikian, ataukah pengelola blog Inside Kompas itu tidak mengetahui sepak terjangnya di dunia maya?
Belakangan diketahui pengelola blog Inside Kompas itu adalah Pepih Nugraha. Ia bekerja di Harian Kompas sejak 1 Mei 1990. Pepih sekarang menjabat Wakil Kepala Desk Multi Media untuk Kompas Cyber Media (KCM). Dari pengakuannya, blog ini diurusnya sendiri, tak ada orang lain yang membantu.
“Saya memosisikan diri sebagai karyawan Kompas saja, yang tidak rela lembaga tempat saya dideskreditkan, dihina, didemo, dan bahkan mau diserbu oleh pendemo yang dikompori oleh blok Kompasinside yang dikelola AJI. Saya berupaya independen, ketika manajemen berbuat tidak adil, saya juga akan mengeritik mereka pedas (hanya tersiar di milis karyawan Kompas),” ungkapnya. KompasInsode adalah blog tandingan yang dibuat oleh para wartawan yang tergabung dalam Asosiasi Jurnalis Independen (AJI). Alamat blognya http://kompasinside.blogspot.com.
“Soal Radityo itu, sungguh saya tidak melihat sosoknya, saya tidak kenal dan saya tidak menilai orang dari sosoknya, apalagi saya belum kenal. Saya hanya membacanya dari Mediacare, blog yang konon dia asuh. Saya banyak menimba ilmu dari situ, setidak-tidaknya gosip pers di dunia maya. Kalau saya katakan dia tamu terhormat, tentu saya tidak akan mencabut penyebutan itu,” tambahnya.
Namun, ketika saya bilang hendak menampilkan komentarnya dalam tulisan ini, Pepih menambahkan, “Saya menyatakan sikap sanjungan terhadap Radityo dengan Mediacare-nya itu sebelum Mas membongkar kasus Radityo dengan blog FPI-nya itu. Saya apreciate upaya Anda mencari kebenaran. Bravo!”
Untuk mengetahui bagaimana sikap FPI atas blog FPI online, saya menghubungi kantor pusat FPI seperti yang dicantumkan dalam blog FPI Online tersebut. Ternyata nomor itu benar alamat telepon FPI pusat. Oleh seorang perempuan yang menerima telpon, saya disarankan menghubungi Irwan Arsidi.
“Untuk urusan ini, silakan tanya kepada pak Irwan. Dia sekretarisnya Habieb,” jawabnya. Habieb yang dimaksud adalah Habib Rizieq, Ketua Umum FPI.
Dari percakapan telpon dengan Irwan, tampak kesan dia sosok yang ramah. Malam itu dia bilang sedang menemani putra habib Rizieq jalan-jalan.
“Kita sudah mendengar kabar itu. Namun kita nggak mempermasalahkan. Blog itu malah bisa mempublikasikan kegiatan-kegiatan FPI,” jawabnya.
Tidakkah FPI menganggap blog itu sebagai black campaign?
“Selama ini kita masih melihat sisi positifnya. Kita biarkan saja dulu, baru kalau sudah terlalu memojokkan FPI, kita akan bertindak,” jawab sekretaris Badan Investigasi FPI itu.
Menurutnya, kasus semacam ini sudah beberapa kali terjadi. Irwan mengaku tidak mengetahui siapa yang membuat blog FPI itu. Ia menduga hal itu dilakukan oleh orang-orang yang simpati terhadap FPI. Sebelumnya FPI pernah memiliki website, namun dirusak oleh hacker.
“Dalam waktu dekat, Insya Alloh bulan depan kita akan punya website. Rencananya akan pakai domain org,” jawabnya.
Apa yang dilakukan oleh sosok anonim bernama “Indonebia”, pengelola blog FPI Online, atau sosok yang sama bernama “Radityo Djajoeri” pengelola blog Mediacare, menarik untuk dicermati. Dua nama yang diduga kuat satu oknum yang sama ini malang melintang di berbagai milis dan dia juga memiliki banyak blog. Siapakah dia sebenarnya, untuk apa dan siapa dia melakukan itu semua, tidakkah semua yang dilakukan itu sebuah pekerjaan yang melelahkan, apakah pekerjaan itu dilaksanakan oleh tim?
Namun demikian, jika benar blog itu diniatkan untuk menyebarkan black campaign, toh oleh FPI justru ditanggapi positif. Blog FPI Online ini dikatakan Irwan dapat membantu mempublikasikan kegiatan FPI yang tak banyak diekspose oleh media. Benarkah kehadiran blog FPI Online itu menguntungkan FPI, atau FPI saja yang ceroboh tak mengetahui siapa sebenarnya pengelola blog yang di beberapa forum justru kerap mendeskriditkan FPI dan rekan-rekan seperjuangannya yang hendak menegakkan syariat Islam di Indonesia?
Dari blog FPI Online, kita dapat memetik pelajaran berharga bahwa meski internet memberikan siapapun ruang yang luas untuk menyampaikan informasi, namun sebagai penulis, seorang punya tanggungjawab atas informasi yang disampaikannya. Dan sebagai pembaca, sikap kita harusnya melacak setiap informasi yang ada di internet, baik yang disampaikan diblog maupun di situs berbayar, dan tidak serta-merta menelan mentah-mentah apa yang disampaikan di sana. Salah satunya dengan mencari tahu dari mana informasi itu bersumber. Ini penting, karena tidak semua informasi yang di dapat dari internet benar, sebagian adalah sampah!
[tulisan ini dimuat dalam tiga tulisan di http://gaya.suaramerdeka.com atau http://blog.suaramerdeka.com ]
Rindu Yang Menyeruak
Ada rasa sakit yang membujur saat aku di berondongi pertanyaan.. temanku itu selalu saja memuji, non kamu tetap cantik yah.. aku hanya tertawa saat dia ucapkan kalimat itu hmm.. bukan kalimat yang aneh terdengar di telingaku karena bukan dia yang pertama mengucapkan kalimat itu. Aku hanya bilang yang terlihat belum tentu terlihat.
Pagi ini saat berkendaraan, lagu menunggu pagi-nya peterpan membuat aku menerawang jauh.
apa yang terjadi dengan hatiku
kumasih disini menunggu pagi
seakan letih tak menganguku
kumasih terjaga menunggu pagi
entah kapan malam berhenti..
Tanpa ingin mematikan radio di mobilku, aku menahan rasa sakit yang terus menohok hati.
Ya Allah, Ajarkan aku bagaimana untuk memaafkan.
Sabtu, 14 Juni 2008
Awal juni yang melelahkan
Banyak yang ingin saya tulis, tapi kondisi tubuh yang tidak memungkinkan untuk selalu on line membuat semua keinginan untuk menulis di buang jauh- jauh. Akhirnya tumbang juga, terkapar sakit karena kelelahan.
Fokus pada kasus ahmadiyah dan FPI duh.. gregetan rasanya ingin sekali gabung ikut turun ke jalan dan dukung aksinya FPI. Kenapa? Disini saya hanya ingin mengajak untuk tidak sekedar berpikir ruang lingkup kedamaian, pancasila dan bhineka tunggal ika. Mari berislam berdasarkan aqidah..!! Media memang tidak adil terus- terusan mengekspose anarkisnya FPI hmm sudahlah.. saya hanya berdoa untuk pejuang- pejuang islam seperti FPI untuk selalu diberikan kesabaran dan janji Allah itu adalah benar!
Beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke pasar jatinegara yang khusus menjual batu- batu permata (saya lupa nama pasarnya) subhanallah.. disana nuansa islamnya sangat kental pada saat adzan berkumandang mesjid yang berada di sebelah kanan pintu masuk pasar tersebut perlahan- lahan dipenuhi oleh muslim yang akan menunaikan ibadah shalat.
Ada yang menarik dari kunjungan saya ke pasar tersebut, saya bertemu dengan seorang ibu tua yang umurnya tidak jauh berbeda dengan nenek saya. Beliau langsung menggandeng tangan saya dan bilang "ayo neng, kita ke toko emak" kami ngobrol dan sungguh laur biasa, beliau sejak tahun 1978 sudah berjualan di pasar itu. Dan saat saya bertanya, "bu kenapa masih saja berjualan?" beliau hanya menjawab "emak engga betah tinggal di rumah neng, lebih enak di pasar bisa ketemu banyak orang, bisa tertawa dan bersilaturahmi" Beliau bercerita tentang anak- anaknya yang sudah sukses dan sebagian ada yang mengikuti jejaknya untuk berjualan di pasar.
hmm.. Salut untuk semangatnya, walaupun sudah di tinggal suaminya 20 tahun yang lalu beliau tetap tegar, tetap berjuang dan tidak ingin menggantungkan hidupnya pada orang lain.
Terima kasih bu, sudah mengajarkan hal yang luar biasa pada saya. Doa teriring untuk ibu untuk selalu diberikan kesehatan dan istiqomah.
Rabu, 28 Mei 2008
Visit Indonesia 2008

Wah seru juga ngobrolin visit indonesia. Sebagai anak daerah, saya bangga tuh punya kampung halaman. Hehehe.. sorry nih engga kayak temen- temen yang lahir dan besar di jakarta. Soalnya pas lebaran engga kenal istilah mudik tapi kalo soal penghematan ini yang paling seru temen- temen yang lahir dan menetap di jakarta gaji ke tiga belasnya utuh eeeuuuyyy... :-D
Yuuukk kita ke Sumatera Barat...

Pantai Aia ManihSekitar 4 Km di Selatan Kota Padang, Berupa perkampungan nelayan dengan pntai yang indah. Disinilah desa tempat terjadinya legenda Malin Kundang. Bagian batu-batu pantai Aia Manih ada yang menyerupai bekas sebuah kapal. Inilah yang dilegendakan sebagai Kapal Malin Kundang yang telah menjadi batu
Taman Siti Nurbaya
Lokasinya di Gunung Padang, di seberang Muara Batang Arau, Padang. Disebut Taman Siti Nurbaya kaena dilereng gunung itu terdapat setumpukan batu yang dianggap sebagai kuburan Siti Nurbaya dengan kekasihnya Syamsul Bahri. Dari sini dapat disaksikan keindahan kota Padang dengan bangunan bergonjong
Pantai Bungus
Sebuah teluk yang tenang, 20 Km diselatan Padang dengan pemandangan alam yang indah dan pantai yang bersih. Baik untuk rekreasi laut seperti berenang, memancing, bersampan atau hanya sekedar menikmati pemandangan saat perahu nelayan berangkat ke laut di sore hari. Dari Pantai Bungus atau Pelabuhan Muara Padang dapat disewa perahu bermotor menuju pulau terdekat seperti ke Sikuai Resort, Sirandah, Pagang dan Persumpahan
Kepulauan Mentawai
Terdiri dari 4 pulau besar yaitu Siberut, Sipora, Pagai Utara dan Pagai Selatan. Budaya asli dan unik masih ditemui dikawasan ini, terutama di daerah pedalaman dimana masyarakatnya masih hidup bersahaja. Di pulau Siberut terdapat cagar alam, tempat hidup berbagaisatwa langka yang tak terdapat di bagian dunia lain seperti simpai Mentawai, siamang kerdil dan kera endemik Mentawai. Ombaknya sunggu menantang untuk olah raga selancar (surfing).
Museum Puti Bungsu
Dibangun tahun 1935 dengan bentuk rumah gadang asli Minangkabau aliran Koto Piliang, berdasarkan bentuk yang ada di kenagarian Kubang Putih, Banuhampu yang sudah lama rubuh. Museum ini terletak di komplek kebung binatang dan digunakan sebagai museum kudayaan Minangkabau.
Gedung Negara Bung Hatta
Dulu bernama Gedung Negara Tri Arga. Gedung ini mempunyai latar belakang sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia
Benteng Fort De Kock
Dibangun dipuncak sebuak bukit di Bukittinggi tahun 1825, pada waktu terjadi perlawanan rakyat yang dipimpin Tuanku Imam Bonjol dan Hariamau Nan Salaban. Parit pertahanan Belanda dan meriam kuno masih dapat dilihat diseputar benteng.
Benteng Van Der Capelien
Benteng pertahanan Belanda masa Perang Padri (1821-1837) terletak ditengah Kota Batusangkar, kini juga sebagai markas Kepolisian.
Lubang Japang
Sebuah terowongan yang panjangnya ratusan meter dan berbelok belok, sekitar 2 meter dibawah permukaan tanah Kota Bukittinggi. Dibuat oleh tentara Jepang saat Perang Dunia II. Ditempat-tempat tertentu dalam terowongan terdapat kamar-kamar. Mulut terowongan ada di beberapa tempat, antaranya di dinding Ngarai Sianok, di Panorama di samping gedung Bung Hatta, di kebun binatang dll.
Ngarai Sianok
Terletak di sisi kota Bukittinggi, memanjang hampir 15 Km. Ngarai Sianok merupakan lembah subur dan hijau dengan tebing curam berketinggian antara 100-150 m. Didasarnya mengalir sungai berliku-liku. Mengayun langkah di jalan setapak dilembah ini merupakan rekreasi menarik. Bila perjalanan dilanjutkan ke seberang ngarai, pengujung akan sampai di Kota Gadang atau Sianok.
Ngalau Kamang
Ngalau (gua) Kamang merupakan gua stalagtit dan stalagmit yang indah, terletak di Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, 14 Km dari Kota Bukittinggi. Ngalau berada disenuah bukit kapur dengan panjang sekitar 1.500 meter
Puncak Lawang
Merupakan puncak sebuah bukit di daerah Lawang, 27 Km arah barat Bukittinggi. Disamping tempat rekreasi dengan panorama alam yang menakjubkan, daerah ini terkenal dengan sebagai penghasil gula merah dan kampil yang terkenal dengan kampil Matur. Pembuatan gula itu, secara tradisional maupun modern dapat disaksikan langsung oleh siapapun yang berkunjung.
Danau Maninjau
Danau ini terkenal karena keindahan alam dan kesuburan tanahnya, merupakan danau alami yang dulunya berupa kedlera gunung berapi. Jalan menuju danau ini dari Bukittinggi yang disebut Kelok 44 sangat terkenal karena mempunyai belokan, tanjakan maupun turunan sangat tajam diantaranya nyaris 180 derajat.
Danau Singkarak
Dipinggirnya berliku-liku jalan raya yang menghubungkan Batusangkar dengan Solok, merupakan tempat rekreasi sangat polpuler. Disekitar danau terdapat fasilitas penginapan serta olahraga air seperti motorboat dan ski air. Ikan khas yang dihasilkan nelayan setempat terkenal dengan nama ikan bilih.
Danau Diatas Dibawah
Dikenal dengan sebutan Danau Kembar karena berdampingan dalam jarak sekita 1 Km, terletak di perjalanan menuju Alahan Panjang, 47 Km dari Solok. Kedua danau kembar berada pada ketinggian yang berbeda sehingga dinamakan Danau Diatas dan Danau Dibawah. Selain untuk rekreasi, tempat ini cocok untuk berkemah, lintas alam dan mendaki gunung
Koto Gadang
Terletak sebelah Barat Kota Bukittinggi. Nagati ini terkenal dengan kerajinan perak. Dari kenagarian ini pula banyak berasal tokoh-tokoh republik yang sangat berjasa itu seperi H. Agus Salim, Muhammad Hatta, Emil Salim dll
Batu Batikam
Di Limo Kaum, menurut tuturan tambo (lengenda sejarah Minangkabau) merupakan batu yang ditikam sebagai petanda kesepakatan Datu Parapatiah Nan Sabatang dengan Datuk Katumanggungan, dua orang datuk yang dianggap sebagai penyusun dasar adat Minangkabau
Batu Basurek
Di Limo Kaum, memuat inskripsi dalam huruf Palawa dengan bahasa Sansekerta, yang menyatakan bahwa Aditiawarman adalah Raja Diraja di Kinikamedinindra (pulau emas) tahun 1347
Batu Basurek di Pagaruyung ditulis tahun 1347, Batu/Banda Bapahek di Saruaso dan beberapa batu bersurat lainnya yang semuanya merupakan peniggalan masa Aditiawarman.
Ustano Pagaruyung
Merupakan perkuburan raja-raja Pagaruyung. Didekat tempat terdapat pula sebuah batu yang disebut batu pancar matoari sebagai lambang Aditiawarman (aditya = matahari). Konon dibatu ini pula Aditiawarman menemui ajalnya setelah dipancung dalam sebuah pertempuran.
Istano Pagaruyung di Padang Siminyak merupakan bangunan baru yang dibangun untuk mencerminkan bahwa satusan tahun lalu di daerah itu terdapat sebuah kerajaan.
Istano/Rumah Gadang Silinduang Bulan di Balai Janggo Pagaruyung. Merupakan bangunan baru yang dibangun sebagai pengganti istana yang terbakar puluhan tahun sebelumnya. Disini tersimpan benda-benda peninggalan serta silsilah raja-raja kerajaan Pagaruyung hingga keturunanya sekarang.
Ada yang merasa ingin pulang kampung? hehehe.. WELCOME TO WEST SUMATERA
Alasanku TIDAK menyerah pada hidup
berhenti dari hubunganku dengan sesama dan berhenti dari
spiritualitasku berhenti dari BERJUANG karena terlalu lelah dan terlalu lama!
"Tuhan", kataku. "berikan aku satu alasan untuk tidak berhenti?"
Dia memberi jawaban yang mengejutkanku. "Lihat ke sekelilingmu" , kataNya. "Apakah engkau memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada dihutan ini?". "Ya", jawabku. Lalu Tuhan berkata, "Ketika pertama kali Aku menanam mereka, Aku menanam dan merawat benih-benih mereka dengan seksama. Aku beri mereka cahaya. Aku beri mereka air. Pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat cepat. Warna hijaunya yang menawan menutupi tanah. Namun, tidak ada yang terjadi dari benih bambu. Tapi, Aku tidak berhenti merawatnya.
Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu tumbuh lebih cepat dan lebih banyak
lagi.
Namun, tetap tidak ada yang terjadi dari benih bambu. Tetapi Aku tidak
menyerah terhadapnya. "
"Dalam tahun ketiga tetap tidak ada yang tumbuh dari benih bambu itu, tapi Aku tetap tidak menyerah. Begitu juga dengan tahun ke empat."
"Lalu pada tahun ke lima, sebuah tunas yang kecil muncul dari dalam
tanah. Bandingkan dengan pakis, itu kelihatan begitu kecil dan sepertinya tidak berarti.
Namun enam bulan kemudian, bambu ini tumbuh dengan mencapai ketinggian
lebih dari 100 kaki. Dia membutuhkan waktu lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya. Akar-akar itu membuat dia kuat dan memberikan apa yang dia butuhkan untuk bertahan.
Aku tidak akan memberikan ciptaanku tantangan yang tidak bisa mereka tangani. "
"Tahukan engkau anakKu, dari semua waktu pergumulanmu, sebenarnya engkau
sedang menumbuhkan akar-akarmu? Aku tidak menyerah terhadap bambu itu.
"Aku juga tidak akan pernah menyerah terhadapmu. "
Tuhan berkata "Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain". Bambu-bambu itu
memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis. Tapi keduanya tetap
membuat hutan ini menjadi lebih indah."
"Saat mu akan tiba", Tuhan mengatakan itu kepadaku.
"Engkau akan tumbuh sangat tinggi"
"Seberapa tinggi aku harus bertumbuh?" tanyaku.
"Sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapat tumbuh?" Tuhan balik bertanya.
"Setinggi yang mereka mampu?" Aku bertanya
"Ya" jawabNya, "Muliakan Aku dengan pertumbuhan mu, setinggi yang engkau dapat capai."
Lalu aku pergi meninggalkan hutan itu, menyadari bahwa TUHAN tidak akan
pernah menyerah terhadap ku. Dan Dia juga tidak akan pernah menyerah
terhadap Anda.Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini Anda jalani sekalipun itu
hanya untuk satu hari.
Hari-hari yang baik memberikan kebahagiaan; hari-hari yang kurang baik
memberikan pengalaman; kedua-duanya memberi arti bagi kehidupan ini.
Jadi apakah aku akan berhenti BERJUANG?? Tuhan Kuatkan aku!!
Jumat, 23 Mei 2008
Pagi ini
Siapa yang telpon pagi- pagi buta begini? ujarku. Ternyata yang telpon papa, setelah aku mengucap "assalamualaikum.." papa hanya diamsetelah menjawab salamku, aku mengerti kalau beliau sudah menjawab salamku tapi hanya diam.
Aku mulai bercerita dengan semua aktifitasku, mananyakan kabar mama, adikku, keponakanku dan tentunya kabar papa sendiri. Setelah itu papa hanya bilang, papa cuma mau kasih tahu.. telpon rumah sudah di perbaiki (sebelumnya telpon rumah rusak karena di banting oleh keponakanku yang masih batita) aku hanya menjawab, oh iya pa.
Tanpa banyak kata beliau bilang, kenapa ya harus orang tua saja yang memperhatikan anaknya?
aku terhenyak dengan pertanyaan itu, dalam hati aku berucap "astaghfirullah, maaf pa" ternyata papa rindu akan kami semua. Padahal hampir tiap minggu aku telpon ke rumah, ternyata kesibukan benar- benar menyita waktu sampai aku melupakan permintaan mama untuk mengirim sms. Maaf ma..
Jam 8, on line dan say hello dengan dosen manajemen proyek beliau bilang " saya sendirian di rumah, suami nungguin pabrik, anak paling besar di jogja, anak yang kecil ikut test perguruan tinggi.. hikss.. saya sendirian dee" hanya icon smile yang bisa aku berikan pada dosenku.
Deg..!! Beginikah perasaan orang tua saat anak- anaknya mulai beranjak dewasa, saat anak- anaknya mulai punya kehidupan sendiri.. Perasaan merasa tidak di butuhkan lagi menyelimuti.
Aku tidak punya kalimat untuk menutup apa yang terjadi hari ini selain kata maaf, maaf karena tanpa sengaja telah lupa akan kerinduan orang tua.
Selasa, 20 Mei 2008
Go.. INDONESIA, Go..!!!

Ada hal yang membuat hati terenyuh, apa yang bisa kita berikan untuk bangsa ini?
Omelankah? kritikan? atau apa?
Hari ini dengar di salah satu radio komentar tentang pergelaran tadi malam, kenapa harus dengan cara seperti itu memperingati hari kebangkitan nasional? Berapa biaya yang telah dikeluarkan? sedangkan masih banyak rakyat yang kelaparan, masih banyak anak bangsa yang tidak sekolah belum lagi isu kenaikan BBM yang makin menjerat kemiskinan di negeri ini?
Semua orang punya cara pandang sendiri, bahkan mungkin ada yang tidak perduli sama sekali.
Untuk saya, pergelaran tadi malam benar- benar menggugah rasa nasionalisme.
Bukankah rasa nasionalisme itu semakin menghilang dari masyarakat penghuni negeri ini?
kenapa selalu komentar miring yang dilontarkan?
Dari sudut pandang manapun, kebijakan pemerintah akan selalu kita salahkan tapi apakah itu cara yang tepat untuk selalu dilakukan?
Indonesia begitu kaya, karena ketidakperdulian kita perlahan tapi pasti semua hancur.
Pertanyaannya apa yang dapat kita lakukan untuk Indonesia ini selain hanya mengeluh?
Mari kita bergandeng tangan dan perlahan maju, menuju INDONESIA, bisa..!!
Hehehe... by the way... saya bukan kampanye loh! Hanya ingin menjadi bagian dari Indonesia, BISA!! walau dengan hal terkecil sekalipun.
Have a nice day..!!
Minggu, 11 Mei 2008
Give Straight face

Siang ini saya menghadiri aqiqah, seorang teman mengadopsi baby dan mereka mengadakan tasyakuran. Sedih atau perasaan gembira yang harus di ucapakan? Swear, it make me confuse..!!
Saya tidak tahu, alasan apa yang membuat teman saya ini mengadopsi anak.. mungkin sebagai pancingan atau apalah yang pasti mereka sudah lama tidak di anugerahi putra atau pun putri.
Kemana orang tua bayi itu? Pertanyaan yang menggelitik, anak adalah amanah bagi setiap orang tua, tapi lihat berapa banyak tayangan di televisi yang membuat banyak orang putus asa, membuat manusia mengambil jalan pintas.
Terhimpit masalah ekonomi, tidak menginginkan anak- anaknya menderita kelaparan, tidak sekolah, tidak punya baju dan sebagian orang tua mengambil alasan yang kadang tidak dapat di terima logika.
Nak.. apapun yang dilakukan orang tua terhadap-mu yakinlah, bahwa mereka sangat menyayangimu dan menginginkan yang terbaik untuk hidupmu.
Pilhan bagi mereka saat ini adalah memberikan engkau nak.. pada orang tua yang mereka anggap mampu untuk mendidik, menjaga dan membuatmu lebih baik dari orang tuamu.
Berbaik sangkalah terhadap Allah swt, jangan engkau benci orang tuamu.
Jumat, 09 Mei 2008
Belajar Melihat
Dari cara nge-hack sampai ke penulisan. Dia bilang, engga percaya ya kok bisa menulis, bisa begini, bisa begitu (siapa dulu donk, dee gitchu loh wakakakak) padahal dulu tukang bolos katanya (engga merasa tuh :-P)
Ada obrolan yang membuat kami sama- sama berpikir dan berucap Alhamdulillah kita masih di sayang Allah swt.
Cerita hidup memang terjal, di butuhkan kesabaran dan perjuangan serta keyakinan teguh akan kasih sayang Allah.
ii.. terima kasih banyak udah buat aku melihat, udah buat aku terus yakin apa yang harus di lalui.
Dibutuhkan kearifan dan keikhlasan yang kuat dan kebahagiaan tercipta saat aku di kirimi photo mereka, hmm... lega rasanya.
Nih photonya... 2 jagoan cilik penyemangat ayah, detak jantung ayah dan bunda, tarik nafas kehidupan ayah dan bunda. Ayah dan bundamu hebat nak..!! :-D
Buah dari kesabaran itu memang manis. Dan Allah Swt maha mengetahui apa yang terbaik untuk umatnya.
Reunian
Ternyata udah ke duluan ke qatar, hari ini add contact yg udah ke approve orangnya online.. say hi lah kita, ngobrol ngalor ngidul dan ketiwi- ketiwi.
Duh.. engga terasa yaa.. its a long time ago. Trus atas sarannya aku register di milistnya hasta.
eit.. disana bejibun temen- temen and welcome to jungle (shape deh, ini milist or pasar rame banget plus pake teriak- teriak.. wakakakak)
sampe bingung mo jawab apa, hmm.. berasa pulang kampung deh.
Alhamdulillah teman semakin banyak, tali silaturahmi semakin panjang tertaut.
Sabtu, 03 Mei 2008
Akhirnya datang juga
Saya yakin setiap kita pernah merasa kehilangan, baik kehilangan orang tua, saudara, anak, suami, istri, teman.
Setiap kehilangan memberikan rasa yang berbeda, perasaan goyah, galau dan merasakan "bagaimana bisa saya hidup tanpa mereka?"
Hidup adalah pilihan, dari setiap pilihan yang kita pilih adalah langkah awal untuk membuat kita lebih maju, lebih baik ataupun sebaliknya.
masa lalu tidak akan pernah kembali, air mata yang jatuh tidak akan kembali ke asalnya, langkah baru telah ditapaki..
Selamat datang sahabat, walau semua telah berubah masih ada langkah baru untuk kita menjalin silaturahmi yang lebih baik.
Welcome Home Bro...



.jpg)