Sesuai dengan judulnya awal juni yang melelahkan..!!
Banyak yang ingin saya tulis, tapi kondisi tubuh yang tidak memungkinkan untuk selalu on line membuat semua keinginan untuk menulis di buang jauh- jauh. Akhirnya tumbang juga, terkapar sakit karena kelelahan.
Fokus pada kasus ahmadiyah dan FPI duh.. gregetan rasanya ingin sekali gabung ikut turun ke jalan dan dukung aksinya FPI. Kenapa? Disini saya hanya ingin mengajak untuk tidak sekedar berpikir ruang lingkup kedamaian, pancasila dan bhineka tunggal ika. Mari berislam berdasarkan aqidah..!! Media memang tidak adil terus- terusan mengekspose anarkisnya FPI hmm sudahlah.. saya hanya berdoa untuk pejuang- pejuang islam seperti FPI untuk selalu diberikan kesabaran dan janji Allah itu adalah benar!
Beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke pasar jatinegara yang khusus menjual batu- batu permata (saya lupa nama pasarnya) subhanallah.. disana nuansa islamnya sangat kental pada saat adzan berkumandang mesjid yang berada di sebelah kanan pintu masuk pasar tersebut perlahan- lahan dipenuhi oleh muslim yang akan menunaikan ibadah shalat.
Ada yang menarik dari kunjungan saya ke pasar tersebut, saya bertemu dengan seorang ibu tua yang umurnya tidak jauh berbeda dengan nenek saya. Beliau langsung menggandeng tangan saya dan bilang "ayo neng, kita ke toko emak" kami ngobrol dan sungguh laur biasa, beliau sejak tahun 1978 sudah berjualan di pasar itu. Dan saat saya bertanya, "bu kenapa masih saja berjualan?" beliau hanya menjawab "emak engga betah tinggal di rumah neng, lebih enak di pasar bisa ketemu banyak orang, bisa tertawa dan bersilaturahmi" Beliau bercerita tentang anak- anaknya yang sudah sukses dan sebagian ada yang mengikuti jejaknya untuk berjualan di pasar.
hmm.. Salut untuk semangatnya, walaupun sudah di tinggal suaminya 20 tahun yang lalu beliau tetap tegar, tetap berjuang dan tidak ingin menggantungkan hidupnya pada orang lain.
Terima kasih bu, sudah mengajarkan hal yang luar biasa pada saya. Doa teriring untuk ibu untuk selalu diberikan kesehatan dan istiqomah.
Banyak yang ingin saya tulis, tapi kondisi tubuh yang tidak memungkinkan untuk selalu on line membuat semua keinginan untuk menulis di buang jauh- jauh. Akhirnya tumbang juga, terkapar sakit karena kelelahan.
Fokus pada kasus ahmadiyah dan FPI duh.. gregetan rasanya ingin sekali gabung ikut turun ke jalan dan dukung aksinya FPI. Kenapa? Disini saya hanya ingin mengajak untuk tidak sekedar berpikir ruang lingkup kedamaian, pancasila dan bhineka tunggal ika. Mari berislam berdasarkan aqidah..!! Media memang tidak adil terus- terusan mengekspose anarkisnya FPI hmm sudahlah.. saya hanya berdoa untuk pejuang- pejuang islam seperti FPI untuk selalu diberikan kesabaran dan janji Allah itu adalah benar!
Beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke pasar jatinegara yang khusus menjual batu- batu permata (saya lupa nama pasarnya) subhanallah.. disana nuansa islamnya sangat kental pada saat adzan berkumandang mesjid yang berada di sebelah kanan pintu masuk pasar tersebut perlahan- lahan dipenuhi oleh muslim yang akan menunaikan ibadah shalat.
Ada yang menarik dari kunjungan saya ke pasar tersebut, saya bertemu dengan seorang ibu tua yang umurnya tidak jauh berbeda dengan nenek saya. Beliau langsung menggandeng tangan saya dan bilang "ayo neng, kita ke toko emak" kami ngobrol dan sungguh laur biasa, beliau sejak tahun 1978 sudah berjualan di pasar itu. Dan saat saya bertanya, "bu kenapa masih saja berjualan?" beliau hanya menjawab "emak engga betah tinggal di rumah neng, lebih enak di pasar bisa ketemu banyak orang, bisa tertawa dan bersilaturahmi" Beliau bercerita tentang anak- anaknya yang sudah sukses dan sebagian ada yang mengikuti jejaknya untuk berjualan di pasar.
hmm.. Salut untuk semangatnya, walaupun sudah di tinggal suaminya 20 tahun yang lalu beliau tetap tegar, tetap berjuang dan tidak ingin menggantungkan hidupnya pada orang lain.
Terima kasih bu, sudah mengajarkan hal yang luar biasa pada saya. Doa teriring untuk ibu untuk selalu diberikan kesehatan dan istiqomah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar