
Wah seru juga ngobrolin visit indonesia. Sebagai anak daerah, saya bangga tuh punya kampung halaman. Hehehe.. sorry nih engga kayak temen- temen yang lahir dan besar di jakarta. Soalnya pas lebaran engga kenal istilah mudik tapi kalo soal penghematan ini yang paling seru temen- temen yang lahir dan menetap di jakarta gaji ke tiga belasnya utuh eeeuuuyyy... :-D
Yuuukk kita ke Sumatera Barat...

Pantai Aia ManihSekitar 4 Km di Selatan Kota Padang, Berupa perkampungan nelayan dengan pntai yang indah. Disinilah desa tempat terjadinya legenda Malin Kundang. Bagian batu-batu pantai Aia Manih ada yang menyerupai bekas sebuah kapal. Inilah yang dilegendakan sebagai Kapal Malin Kundang yang telah menjadi batu
Taman Siti Nurbaya
Lokasinya di Gunung Padang, di seberang Muara Batang Arau, Padang. Disebut Taman Siti Nurbaya kaena dilereng gunung itu terdapat setumpukan batu yang dianggap sebagai kuburan Siti Nurbaya dengan kekasihnya Syamsul Bahri. Dari sini dapat disaksikan keindahan kota Padang dengan bangunan bergonjong
Pantai Bungus
Sebuah teluk yang tenang, 20 Km diselatan Padang dengan pemandangan alam yang indah dan pantai yang bersih. Baik untuk rekreasi laut seperti berenang, memancing, bersampan atau hanya sekedar menikmati pemandangan saat perahu nelayan berangkat ke laut di sore hari. Dari Pantai Bungus atau Pelabuhan Muara Padang dapat disewa perahu bermotor menuju pulau terdekat seperti ke Sikuai Resort, Sirandah, Pagang dan Persumpahan
Kepulauan Mentawai
Terdiri dari 4 pulau besar yaitu Siberut, Sipora, Pagai Utara dan Pagai Selatan. Budaya asli dan unik masih ditemui dikawasan ini, terutama di daerah pedalaman dimana masyarakatnya masih hidup bersahaja. Di pulau Siberut terdapat cagar alam, tempat hidup berbagaisatwa langka yang tak terdapat di bagian dunia lain seperti simpai Mentawai, siamang kerdil dan kera endemik Mentawai. Ombaknya sunggu menantang untuk olah raga selancar (surfing).
Museum Puti Bungsu
Dibangun tahun 1935 dengan bentuk rumah gadang asli Minangkabau aliran Koto Piliang, berdasarkan bentuk yang ada di kenagarian Kubang Putih, Banuhampu yang sudah lama rubuh. Museum ini terletak di komplek kebung binatang dan digunakan sebagai museum kudayaan Minangkabau.
Gedung Negara Bung Hatta
Dulu bernama Gedung Negara Tri Arga. Gedung ini mempunyai latar belakang sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia
Benteng Fort De Kock
Dibangun dipuncak sebuak bukit di Bukittinggi tahun 1825, pada waktu terjadi perlawanan rakyat yang dipimpin Tuanku Imam Bonjol dan Hariamau Nan Salaban. Parit pertahanan Belanda dan meriam kuno masih dapat dilihat diseputar benteng.
Benteng Van Der Capelien
Benteng pertahanan Belanda masa Perang Padri (1821-1837) terletak ditengah Kota Batusangkar, kini juga sebagai markas Kepolisian.
Lubang Japang
Sebuah terowongan yang panjangnya ratusan meter dan berbelok belok, sekitar 2 meter dibawah permukaan tanah Kota Bukittinggi. Dibuat oleh tentara Jepang saat Perang Dunia II. Ditempat-tempat tertentu dalam terowongan terdapat kamar-kamar. Mulut terowongan ada di beberapa tempat, antaranya di dinding Ngarai Sianok, di Panorama di samping gedung Bung Hatta, di kebun binatang dll.
Ngarai Sianok
Terletak di sisi kota Bukittinggi, memanjang hampir 15 Km. Ngarai Sianok merupakan lembah subur dan hijau dengan tebing curam berketinggian antara 100-150 m. Didasarnya mengalir sungai berliku-liku. Mengayun langkah di jalan setapak dilembah ini merupakan rekreasi menarik. Bila perjalanan dilanjutkan ke seberang ngarai, pengujung akan sampai di Kota Gadang atau Sianok.
Ngalau Kamang
Ngalau (gua) Kamang merupakan gua stalagtit dan stalagmit yang indah, terletak di Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, 14 Km dari Kota Bukittinggi. Ngalau berada disenuah bukit kapur dengan panjang sekitar 1.500 meter
Puncak Lawang
Merupakan puncak sebuah bukit di daerah Lawang, 27 Km arah barat Bukittinggi. Disamping tempat rekreasi dengan panorama alam yang menakjubkan, daerah ini terkenal dengan sebagai penghasil gula merah dan kampil yang terkenal dengan kampil Matur. Pembuatan gula itu, secara tradisional maupun modern dapat disaksikan langsung oleh siapapun yang berkunjung.
Danau Maninjau
Danau ini terkenal karena keindahan alam dan kesuburan tanahnya, merupakan danau alami yang dulunya berupa kedlera gunung berapi. Jalan menuju danau ini dari Bukittinggi yang disebut Kelok 44 sangat terkenal karena mempunyai belokan, tanjakan maupun turunan sangat tajam diantaranya nyaris 180 derajat.
Danau Singkarak
Dipinggirnya berliku-liku jalan raya yang menghubungkan Batusangkar dengan Solok, merupakan tempat rekreasi sangat polpuler. Disekitar danau terdapat fasilitas penginapan serta olahraga air seperti motorboat dan ski air. Ikan khas yang dihasilkan nelayan setempat terkenal dengan nama ikan bilih.
Danau Diatas Dibawah
Dikenal dengan sebutan Danau Kembar karena berdampingan dalam jarak sekita 1 Km, terletak di perjalanan menuju Alahan Panjang, 47 Km dari Solok. Kedua danau kembar berada pada ketinggian yang berbeda sehingga dinamakan Danau Diatas dan Danau Dibawah. Selain untuk rekreasi, tempat ini cocok untuk berkemah, lintas alam dan mendaki gunung
Koto Gadang
Terletak sebelah Barat Kota Bukittinggi. Nagati ini terkenal dengan kerajinan perak. Dari kenagarian ini pula banyak berasal tokoh-tokoh republik yang sangat berjasa itu seperi H. Agus Salim, Muhammad Hatta, Emil Salim dll
Batu Batikam
Di Limo Kaum, menurut tuturan tambo (lengenda sejarah Minangkabau) merupakan batu yang ditikam sebagai petanda kesepakatan Datu Parapatiah Nan Sabatang dengan Datuk Katumanggungan, dua orang datuk yang dianggap sebagai penyusun dasar adat Minangkabau
Batu Basurek
Di Limo Kaum, memuat inskripsi dalam huruf Palawa dengan bahasa Sansekerta, yang menyatakan bahwa Aditiawarman adalah Raja Diraja di Kinikamedinindra (pulau emas) tahun 1347
Batu Basurek di Pagaruyung ditulis tahun 1347, Batu/Banda Bapahek di Saruaso dan beberapa batu bersurat lainnya yang semuanya merupakan peniggalan masa Aditiawarman.
Ustano Pagaruyung
Merupakan perkuburan raja-raja Pagaruyung. Didekat tempat terdapat pula sebuah batu yang disebut batu pancar matoari sebagai lambang Aditiawarman (aditya = matahari). Konon dibatu ini pula Aditiawarman menemui ajalnya setelah dipancung dalam sebuah pertempuran.
Istano Pagaruyung di Padang Siminyak merupakan bangunan baru yang dibangun untuk mencerminkan bahwa satusan tahun lalu di daerah itu terdapat sebuah kerajaan.
Istano/Rumah Gadang Silinduang Bulan di Balai Janggo Pagaruyung. Merupakan bangunan baru yang dibangun sebagai pengganti istana yang terbakar puluhan tahun sebelumnya. Disini tersimpan benda-benda peninggalan serta silsilah raja-raja kerajaan Pagaruyung hingga keturunanya sekarang.
Ada yang merasa ingin pulang kampung? hehehe.. WELCOME TO WEST SUMATERA





.jpg)