Jumat, 23 Mei 2008

Pagi ini

Kringgg.. kringgg.. kringgg..

Siapa yang telpon pagi- pagi buta begini? ujarku. Ternyata yang telpon papa, setelah aku mengucap "assalamualaikum.." papa hanya diamsetelah menjawab salamku, aku mengerti kalau beliau sudah menjawab salamku tapi hanya diam.

Aku mulai bercerita dengan semua aktifitasku, mananyakan kabar mama, adikku, keponakanku dan tentunya kabar papa sendiri. Setelah itu papa hanya bilang, papa cuma mau kasih tahu.. telpon rumah sudah di perbaiki (sebelumnya telpon rumah rusak karena di banting oleh keponakanku yang masih batita) aku hanya menjawab, oh iya pa.

Tanpa banyak kata beliau bilang, kenapa ya harus orang tua saja yang memperhatikan anaknya?
aku terhenyak dengan pertanyaan itu, dalam hati aku berucap "astaghfirullah, maaf pa" ternyata papa rindu akan kami semua. Padahal hampir tiap minggu aku telpon ke rumah, ternyata kesibukan benar- benar menyita waktu sampai aku melupakan permintaan mama untuk mengirim sms. Maaf ma..

Jam 8, on line dan say hello dengan dosen manajemen proyek beliau bilang " saya sendirian di rumah, suami nungguin pabrik, anak paling besar di jogja, anak yang kecil ikut test perguruan tinggi.. hikss.. saya sendirian dee" hanya icon smile yang bisa aku berikan pada dosenku.

Deg..!! Beginikah perasaan orang tua saat anak- anaknya mulai beranjak dewasa, saat anak- anaknya mulai punya kehidupan sendiri.. Perasaan merasa tidak di butuhkan lagi menyelimuti.

Aku tidak punya kalimat untuk menutup apa yang terjadi hari ini selain kata maaf, maaf karena tanpa sengaja telah lupa akan kerinduan orang tua.




Tidak ada komentar: